Kick-off Penyusunan Materi Revisi Materi Teknis dan RPerpres RTR KSN Jabodetabek-Punjur yang diselenggarakan oleh Direktorat Perencanaan Tata Ruang

Direktorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang berpartisipasi dalam kegiatan Kick-off Penyusunan Materi Revisi Materi Teknis dan RPerpres RTR KSN Jabodetabek-Punjur yang diselenggarakan oleh Direktorat Perencanaan Tata Ruang pada Senin, (6/6/2026) dengan agenda Sarasehan Kolaboratif bertema Penataan Ulang Kawasan dalam Menghadapi Tantangan Urbanisasi dan Perubahan Iklim.

Dalam kegiatan ini, Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang, Aria Indra Purnama, hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan hasil Penilaian Perwujudan RTR KSN Jabodetabek-Punjur Tahun 2025 sebagai bagian dari instrumen pengendalian pemanfaatan ruang.

“Secara angka, keterwujudan rencana struktur ruang keseluruhan sudah mencapai 83,68 persen, dengan sektor transportasi sebesar 82,29 persen dan sistem pengendali banjir 90,36 persen. Selain itu, keterwujudan pola ruang, baik kawasan lindung maupun kawasan budidaya juga menunjukkan capaian yang baik, meskipun masih terdapat beberapa zona yang belum optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aria juga menyoroti adanya kesenjangan antara hasil penilaian perwujudan dengan kondisi aktual di lapangan khususnya pada tiga isu utama yaitu banjir, kemacetan, dan penurunan kualitas lingkungan. “Meski keterwujudan sektor transportasi sudah mencapai 82,29 persen dan sistem pengendalian banjir 90,36 persen, pada kenyataannya kita masih menghadapi kemacetan dan banjir. Artinya, ada hal lain yang perlu kita dalami. Permasalahan banjir tidak hanya di hulu, tetapi juga perlu dilihat di tengah dan hilir. Begitu juga dengan kemacetan, tidak cukup ditangani dari sisi infrastruktur saja, tetapi juga harus memperhatikan tata guna lahan, pengembangan Transit Oriented Development (TOD), serta Land Value Capture,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Direktur Perencanaan Tata Ruang, Nuki Harniati, menegaskan pentingnya menjadikan revisi RTR KSN Jabodetabek-Punjur sebagai momentum bersama dalam menghasilkan perencanaan tata ruang yang lebih adaptif, berbasis kajian, dan berorientasi ke depan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan RTR yang tidak hanya terukur secara capaian, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan strategis
kawasan perkotaan secara nyata.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.