Ditjen Penataan Agraria : Perkuat sinergi pusat dan daerah, pastikan program yang dijalankan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat
Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian ATR/BPN Tahun 2025, pada Senin (08/12/2025). Rakernas ini dibuka secara langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid.
Rangkaian acara Rakernas ini diawali dengan sesi pengarahan umum oleh Sekretaris Jenderal beserta para Direktur Jenderal yang memaparkan pengarahan teknis kepada seluruh peserta. Pada sesi ini, Direktur Jenderal Penataan Agraria berkesempatan memberikan pengarahan terkait capaian dan evaluasi kegiatan penataan agraria beserta rencana tahun 2026 kepada 471 peserta Rakernas yang berasal dari jajaran unit pusat dan daerah Kementerian ATR/BPN.
Pada pengarahannya, Direktur Jenderal Penataan Agraria memaparkan materi Reforma Agraria sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan ketimpangan. Selain itu, dibahas juga terkait integrasi sistem layanan Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP PKKPR) melalui OSS-RBA, Web-KKP, dan SIMPONI di mana layanan ini memiliki batas waktu 10 hari dengan prinsip fiktif positif.
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Penataan Agraria dalam pemaparannya juga membahas terkait Reforma Agraria sebagai alat penurunan ketimpangan. “Reforma Agraria berkaitan dengan Asta Cita 2 dan 6 yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kemandirian pangan dan energi,” ungkap Embun Sari.
Mengakhiri sesi pemaparannya, Direktur Jenderal Penataan Agraria juga mengungkap tantangan yang dihadapi yakni 70 Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) yang harus diselesaikan. “Mari kita perkuat sinergi pusat dan daerah, pastikan setiap program yang kita jalankan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Embun Sari.
Selanjutnya acara Rakernas ini dilanjutkan dengan sesi pembukaan secara resmi oleh Menteri ATR/Kepala BPN yang pada sambutannya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar memanfaatkan momen tahunan ini dengan serius. “Rakernas ini kami nyatakan dibuka. Semoga bermanfaat dan menghasilkan keputusan-keputusan yang optimal dan berkualitas untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat,” ujar Menteri Nusron.
