Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Ditjen SPPR) kembali melaksanakan penandatanganan kontrak payung untuk kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Terintegrasi dengan sumber dana Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN) pada Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).

Adapun penandatanganan mencakup Adendum Penambahan Kapasitas Penyedia Kontrak Payung Batch Pertama serta Kontrak Payung Batch Kedua pada Kegiatan Pengukuran, Pemetaan, dan Informasi Bidang Tanah PTSL Terintegrasi ILASPP.

Sekretaris Direktorat Jenderal SPPR, Yoga Suwarna, menjelaskan bahwa penandatanganan dilaksanakan dalam upaya menyerap kebutuhan PTSL Terintegrasi. “Kapasitas pengukuran penyedia kontrak payung batch pertama mencakup 747.000 Ha, sedangkan batch kedua mencakup 60.000 Ha,” ujarnya.

Penandatanganan ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian target pemetaan bidang tanah secara sistematis, lengkap, dan berintegritas. “Tidak ada bidang tanah yang diloncati, tidak ada yang tertinggal, sehingga Kantor Pertanahan dapat segera mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten/Kota Lengkap secara spasial,” ungkap Yoga.

Pada kesempatan ini, Yoga turut menyampaikan harapannya agar para penyedia membangun komunikasi yang baik dengan Kantor Pertanahan dan menjaga kepercayaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan menghasilkan produk yang berkualitas.

Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang, Farid Hidayat, menambahkan bahwa kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dan penyedia telah menghasilkan 19,5 juta Ha foto udara berkualitas tinggi. “Kerja sama ini mudah-mudahan mengantarkan Indonesia menjadi lebih lengkap,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak payung secara simbolis oleh Pimpinan Kantor Jasa Surveyor Berlisensi (KJSB) Muchammad Masykur dan Rekan Kerja Sama Operasi PT Geospasia Wahana Jaya selaku perwakilan Penyedia Batch Pertama serta Pimpinan KJSB Sudung Manurung selaku perwakilan Penyedia Batch Kedua.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.