Bagaimana jika masyarakat dapat mengetahui status hak atas tanah, nilai tanah, kesesuaian tata ruang, hingga informasi perizinan berusaha hanya dengan mengacu pada satu identitas bidang tanah?

Kadaster Lengkap jadi kunci integrasi informasi pertanahan dan tata ruang, yang akan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi bidang tanah.

Pesan tersebut disampaikan Plh. Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Dwi Budi Martono, dalam Annual Scientific Forum and 2nd International Conference on Geospatial Data Science: Theory and Application 2026 di Semarang (26/10).

Untuk mewujudkannya, kolaborasi antarsurveyor menjadi sangat penting. Kementerian ATR/BPN memiliki beragam kegiatan survei dan pemetaan, mulai dari Peta Bidang Tanah (PBT), Peta Zona Nilai Tanah (ZNT), peta dasar/foto udara, hingga data Rencana Tata Ruang (RTR). Keempatnya hanya dapat terintegrasi secara optimal jika menggunakan basic layer yang sama, yaitu Kadaster Lengkap.

Lalu, apa manfaatnya bagi masyarakat? Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) menjadi kunci penghubungnya. Dengan satu identitas bidang tanah, masyarakat dapat lebih mudah memperoleh empat informasi penting tersebut secara terpadu dalam satu platform.

Kementerian ATR/BPN juga telah menyediakan bhumi.atrbpn.go.id sebagai platform Sistem Informasi Geografis untuk kolaborasi data sekaligus memberikan akses informasi geospasial secara gratis bagi masyarakat. Sementara itu, Sentuh Tanahku hadir untuk memudahkan akses informasi dan layanan administrasi pertanahan secara digital.

Melalui kolaborasi para surveyor dan integrasi data yang semakin kuat, maka pelayanan pertanahan akan semakin mudah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat!

Baca selengkapnya kunjungi: ditjenpptr.atrbpn.go.id

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.